Imogiri, Bantul--Mahkamah Konstitusi telah memutuskan, bahwa dalam program wajib belajar sembilan tahun, mestinya semua sekolah gratis, baik negeri maupun swasta. Akan tetapi, dalam keputusn tersebut, MK juga memberi ruang kepada sekolah swasta dengan layanan khusus untuk menarik iuran.
Adanya pengecualian tersebut, menunjukkan tidak ada jaminan bahwa sekolah swasta semuanya gratis. Menanggapi hal tersebut, SMP Ma'arif Imogiri memutuskan untuk patuh dan menggratiskan biaya pendidikan sampai lulus.
"Sebagai sekolah dengan layanan tambahan bidang keagamaan, kami tidak dilarang untuk menarik iuran. Akan tetapi, kami putuskan mulai tahun pelajaran 2026/2027 nanti, kami akan menggratiskan biaya pendidikan," ujar Sabjan Badio, kepala SMP Ma'arif Imogiri.
"Penggratisan ini tidak hanya berlaku bagi murid baru, tetapi juga bagi mereka yang sekarang duduk di kelas tujuh dan delapan. Orang tua hanya berkewajibkan membayar hingga akhir tahun pelajaran 2025/2026 saja," lanjutnya.
Murid 24 per rombel dan ruang kelas ber-AC
Kendati gratis, Sabjan mengungkapkan, SMP Ma'arif Imogiri tetap mempertahankan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, jumlah murid per rombel akan dibatasi maksimal 24. Pembatasan ini dengan tujuan agar suasana kelas lebih nyaman untuk belajar dan guru lebih mungkin untuk melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi.
"Kami batasi jumlah murid maksimal 24 per rombel. Selain itu, semua kelas kami fasilitasi dengan AC. Kedua hal ini untuk memastikan kenyamanan siswa dalam belajar," jelas Sabjan.
Dengan adanya pembatas sekaligus fasiltias tersebut, tidak hanya orang tua yang nyaman karena gratis, tetapi juga murid dapat merasa nyaman dalam belajar. (*)







